Thursday, March 31, 2016

CORNER SEX - IBU MUDA ANGGUN

Ada seorang ibu rumah tangga yang masih muda diman umurnya 28 tahun dia bernama Anggun sedangkan suaminya yang umurnya lebih tua 30 tahun bernama Riyan, Ibu Anggun di lingkungan mudah bergaul dan supel, penampilannya juga biasa saja tapi bersahaja, sedangkan suaminya cukup baik dan bertanggung jawab dengan keluarganya.bisa dibilang rumah tangganya harmonis.

 Ibu Muda Anggun

Pada waktu malam acara 17 Agustusan tahun 2003, Anggun dan Riyan beserta warga lingkungan dimana mereka tinggal mengadakan malam hiburan berupa Organ tunggal. Tua muda, laki-laki perempuan, semua ikut bergembira.

Semua turun berjoget mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh penyanyi. Mula-mula mereka berjoget dengan pasangan masing-masing. Semua bergembira sambil tertawa bebas mengikuti irama musik..

Setelah beberapa lagu, mereka terus berjoget dengan berganti pasangan. Mereka terus bergembira. Anggun berjoget dengan seorang bapak, Riyan berjoget dengan seorang anak perempuan remaja.. Begitulah mereka berjoget sampai beberapa lagu dengan berganti pasangan sampai beberapa waktu.

Menjelang akhir acara, pada lagu terakhir, Anggun berjoget dengan seorang bapak, sedangkan Riyan berjoget dengan Eli, seorang ibu rumah tangga yang tinggal beberapa rumah dari rumah mereka. Eli, sekitar 40 tahun, ibu dari seorang karyawan swasta yang bekerja dengan sistim shift, mempunyai 2 orang anak yang sudah cukup besar.

Walau sudah berumur tapi penampilan Eli selalu tampak muda karena cara berpakaiannya yang selalu agak seksi dan pandai bermake up. Selintas Anggun melirik pada Riyan yang sedang berjoget dengan Eli. Terlihat Riyan sedang tertawa dengan Eli sambil berjoget.

Setelah itu kembali Anggunpun berjoget dan tertawa dengan pasangannya. Menjelang tengah malam acara usai. Semua kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira walaupun capek.. Sesampai di rumah, setelah mandi air hangat, Anggun dan Riyan segera ke tempat tidur.

“Bagaimana tadi, sayang?” tanya Riyan sambil memeluk Anggun.

“Apanya?” kata Anggun sambil menempatkan kepalanya di salah satu tangan Riyan.

“Ya tadi waktu kita di tempat pesta tadi,” kata Riyan sambil mengecup bibir mungil Anggun.

“Saya benar-benar gembira…” kata Anggun sambil tersenyum sambil tangannya mengusap-ngusap dada serta jarinya memainkan puting susu Riyan.

“Harusnya kita sering melakukan acara seperti tadi, jangan cuma setahun sekali…” kata Riyan sambil tangannya masuk ke pakaian tidur Anggun. Buah dada Anggun diremas dengan mesra.

“Mmhh.. Memangnya kenapa?” kata Anggun sambil mencium pipi Riyan lalu mengecup bibirnya.

“Ya kita kan bisa bergembira dengan tetangga yang ada. Jarang sekali kita ngumpul bareng mereka,” ujar Riyan sambil membuka seluruh kancing pakaian tidur Anggun.

Lalu dijilatnya puting susu Anggun sambil tangannya meremas buah dada Anggun yang satu lagi.

“Mmhh…” desah Anggun sambil memejamkan matanya.

Sambil tetap menciumi dan menjilati buah dada Anggun, tangan Riyan yang tadinya meremas buah dada, turun ke perut lalu disusupkan ke celana dalam Anggun.

Segera jarinya menyentuh bulu-bulu kemaluan Anggun yang tidak terlalu banyak. Anggun tetap terpejam sambil sesekali mendesah.. Jari-jari tangan Riyan lalu turun menyusuri belahan belahan memek Anggun.

“Ohh…” desah Anggun keras sambil menggerakkan pinggulnya.

Jari Riyan terus menggosok-gosok belahan memek Anggun sampai cairan memek Anggun keluar banyak.

“Mmhh…” desah Anggun sambil tangannya memegang tangan Riyan yang sedang bermaik di memeknya.

“Enak, sayang,” kata Riyan sambil melumat bibir Anggun.

Sementara jari tengah Riyan masuk ke lubang memek Anggun. Tanpa menjawab pertanyaan Riyan, Anggun membalas ciuman Riyan dengan hebat sambil menjepitkan pahanya lalu menggoyangkan pinggulnya karena menahan kenikmatan ketika jari tangan Riyan keluar masuk lubang memeknya.

Sementara tangan Anggun segera menyelusup ke dalam celana piyama Riyan, dan kemudian menggenggam dan meremas kontol Riyan yang sudah tegang.

“Buka pakaiannya dong, sayang,” kata Anggun berbisik ke telinga Riyan. Riyan segera bangkit lalu melepas seluruh pakaiannya. Kontol Riyan terlihat sudah tegak dengan ditumbuhi bulu yang sangat lebat.

Melihat itu, Anggun segera bangkit dan duduk di tepi ranjang. Digenggamnya kontol Riyan lalu dikocok perlahan. Cairan bening terlihat keluar dari lubang kontol Riyan. Tanpa banyak cakap ujung lidah Anggun segera menjilati cairan tersebut sambai habis.

Tak lama, mulut Anggun sudah mengulum batang kontol Riyan yang lumayan besar. Cpok.. Cpok.. Cpok.. Terdengar suara kuluman mulut Anggun pada kontol Riyan.

“Ohh.. Enak, sayang.. Ohh…” desah Riyan sambil memegang kepala Anggun lalu memompa pelan kontolnya di mulut Anggun.

“Gantian, dong…” kata Anggun sambil melepas kulumannya lalu menatap mata Riyan. Riyan tersenyum.

“Naiklah ke ranjang…” ujar Riyan.

Anggunpun segera naik ke atas ranjang lalu telentang dan membuka lebar pahanya. Tak lama, Anggun mendesah karena lidah Riyan pintar bermain dan menjilati kelentit dan lubang memek Anggun.

“Ohh, sayangg.. Teruss…” desah Anggun agak keras.

Apalagi ketika jari Riyan masuk ke lubang memeknya sambil lidahnya tak henti menjileti kelentit Anggun. Gerakan pinggul Anggun makin keras mengikuti rasa nikmatnya. Tak lama kemudian tangan Anggun dengan keras meremas rambut Riyan dan mendesakkan kepalanya ke memek. Lalu..

“Ohh.. Enak, sayangg.. Mmff.. Sshh…” jerit kecil Anggun terdengar ketika Anggun mencapai puncak kenikmatan.. Orgasme..

Riyan segera menghentikan jilatannya lalu naik ke atas tubuh istrinya itu. Walau mulut masih basah oleh cairan memek Anggun, Riyan langsung melumat bibir Anggun. Anggunpun langsung membalas ciuman Riyan dengan hebat.

Sambil tetap berciuman, tangan Anggun segera memegang dan membimbing kontol Riyan ke lubang memeknya. Selang beberapa detik kemudian.. Bless.. Bless.. Bless.. Kontol Riyan lansgung keluar masuk memek Anggun. Keduanya bermandi peluh sambil sesekali terdengar desahan kenikmatan mereka.

“Memeknya legit, sayang.. Enak…” bisik Riyan. Anggun tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya.

“Memang kenapa?” tanya Anggun.

“Aku tidak pernah bosan menyetubuhi kamu…” bisik Riyan sambil terus memompa kontolnya. Anggun tersenyum.

“Kalau wanita lain rasanya bagaimana,” tanya Anggun lagi.

“Aku tidak pernah bersetubuh dengan wanita lain, kok…” kata Riyan.

Anggun tersenyum lalu merangkulkan kedua tangannya ke pundak Riyan sambil tetap menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan kontol Riyan.

“Saya mau tanya, sayang…” kata Anggun.

“Apa?” kata Riyan.

“Tubuh Mbak Eli, tetangga kita itu, bagus tidak..?” tanya Anggun.

“Ah kamu pertanyaannya ada-ada saja…” kata Riyan tak menghiraukan.

“Saya serius, sayang.. Jawab jujurlah. Tidak apa-apa kok…” kata Anggun.

“Tadi lihat belahan buah dadanya tidak?” tanya Anggun.

Riyan mengangguk. Anggun tersenyum sambil terus menggoyangkan pinggulnya.

“Jujur.. Iya, tubuh dia bagus. Dan tadi aku sempat lihat belahan buah dadanya. Marah?” kata Riyan sambil mengentikan gerakannya.

Anggun tersenyum sambil terus menggoyang pinggulnya.

“Jangan berhenti dong, sayang.. Terus setubuhi saya.. Mmhh…” kata Anggun.

“Saya tidak marah kok. Justru saya suka mendengarnya…” kata Anggun.

“Kenapa?” tanya Riyan heran.

“Tadi waktu saya lihat kamu berjoget dengan Mbak Eli, tidak tahu kenapa ada perasaan aneh…” kata Anggun.

“Tadi tiba-tiba saya membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Eli…” lanjut Anggun lagi.

“Kenapa begitu?” tanya Riyan.

“Saya tidak tahu…” kata Anggun.

“Kamu cemburu?” tanya Riyan.

“Tidak sama sekali. Justru sebaliknya, saya sangat ingin melihat kamu bermesraan dengan Mbak Eli…” kata Anggun.

Riyan tersenyum.

“Kamu lagi horny kali ya, tadi…” kata Riyan tanpa menghentikan gerakan kontolnya.

Anggun kembali tersenyum. Setelah beberapa lama memompa kontolnya, Riyan mengejang, gerakannya bertambah cepat.

“Aku mau keluar, sayang.. Ohh…” bisik Riyan.

“Tahan dulu sebentar, sayang.. Saya juga mau keluar.. Mmhh…” bisik Anggun sambil mempercepat gerakan pinggulnya.

Tak lama tubuhnya mengejang, tangannya kuat memeluk tubuh Riyan.

“Mau keluar, sayangghh…” jerit Anggun.

“Ohh.. Nikmat, sayang.. Ohh…” jerit kecil Anggun ketika mencapai orgasme.

Selang beberapa detik, Riyan juga semakin mempercepat gerakannya. Sampai akhirnya.. Crott.. Crott.. Crott.. Air mani Riyan menyembur di dalam memek Anggun. Riyan mendesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Anggun.. Tubuh keduanya lemas saling berpelukan sementara kontol Riyan masuk berada di dalam memek Anggun.

“Mau tidak kalau saya minta kamu maen dengan Mbak Eli.. Saya serius,” kata Anggun sambil memeluk pundak Riyan.

“Kenapa sih kamu mau yang aneh-aneh begitu?” tanya Riyan.

“Saya tidak tahu jawabnya, sayang.. Yang jelas ada perasaan horny ketika membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Eli…” kata Anggun.

“Mau kan, sayang?” tanya Anggun memaksa.

“Kalau aku mau, bagaimana caranya, sayang…” kata Riyan sambil mengecup bibir istrinya.

“Nanti aku yang mengatur…” kata Anggun sambil tersenyum.

Riyan juga tersenyum sambil mencabut kontolnya dari memek Anggun, lalu bangkit dan berpakaian. Merekapun tidur kemudian.. Banyak cara yang dilakukan Anggun agar Eli bisa dekat dengan dan akrab dengan dia dan Riyan.

Dan hal itu membuahkan hasil. Eli sekarang mulai sering bertandang ke rumah mereka walaupun hanya untuk sekedar ngobrol.

Sampai suatu malam Anggun mengundang Eli datang ke rumahnya.

“Mas Wiryo sudah pergi kerja kan, Mbak?” tanya Anggun.

“Sudah dari tadi dong.. Dia dapat bagian shift malam,” ujar Eli.

“Eh ada apa undang saya ini malam?” tanya Eli.

“Tidak ada apa-apa kok, Mbak…” kata Anggun.

“Kami hanya ingin ajak Mbak nonton VCD baru yang dibeli Mas Riyan,” kata Anggun sambil melirik kepada Riyan.

Riyan membalas dengan senyuman.

“VCD begituan ya?” tanya Eli bersemangat.

Anggun tersenyum sambil melirik Riyan.

“Cepatlah putar!” ujar Eli tidak sabar. Riyan bangkit dari tempat duduknya lalu menuju ke VCD player.

“Mbak Eli suka film jenis apa?” tanya Riyan sambil menyodorkan beberapa keping VCD.

Setelah memilih, Eli segera menyerahkan film yang ingin dilihatnya. Riyan segera memutarnya. Mereka bertiga menonton film BF tanpa banyak bicara. Mereka duduk bertiga di karpet. Anggun duduk berdampingan dengan Eli, sementara Riyan duduk dibelakang mereka.

“Udah ada yang bangun, ya..?” kata Anggun tersenyum sambil melirik ke arah Riyan.

“Lumayan…” kata Riyan.

“Lumayan apa?” tanya Eli sambil matanya sedikit melirik ke arah selangkangan Riyan yang mulai agak menggembung. Riyan tersenyum sambil menutupi kakinya dengan bantal.

“Mbak Eli seberapa sering begituan dengan Mas Wiryo?” tanya Anggun.

“Ah, jarang sekali.. Mungkin karena dia capek,” kata Eli sambil matanya terus melihat adegan seronok di video.

Kembali mereka terdiam selama beberapa saat sambil melihat video.

“Sini dong..!” kata Anggun kepada Riyan sambil matanya berkedip memberi isyarat. Riyan beringsut mendekati Anggun.

“Ada apa sih..?” tanya Riyan.

“Duduk dekat sini dong…” kata Anggun dengan suara manja.

Dengan sengaja tangan Anggun segera masuk ke dalam Celana Hawaii Riyan. Lalu digenggamnya kontol Riyan yang sudah tegang dan diremasnya pelan. Eli yang melihat hal itu, perasaannya menjadi tak karuan.. Antara rasa malu dan rasa ingin melihat bercamput baur.

“Udah pengen ya?” kata Anggun kepada Riyan.

Suaranya sengaja agak keras. Riyan tersenyum sambil matanya melirik ker arah Eli. Eli yang semakin tidak menentu perasaannya, kebetulan melirik ke arah Riyan. Pandangan mereka beradu selama beberapa detik. Eli lalu membuang pandangannya ke arah video.

Hatinya berdebar ketika berpandangan dengan Riyan.. Anggun melirik ke arah Riyan sambil tersenyum. Lalu dengan tanpa ragu-ragu, Anggun menurunkan celana Riyan hingga kontolnya yang besar tampak tegak terlihat. Lalu dikocoknya pelan.. Riyan tetap diam sambil matanya melirik ke arah Eli yang jelas kelihatan gelisah.

“Mbak suka tidak pada barang lelaki yang berbulu banyak?” tanya Anggun sambil menatap Eli.

“Mm.. Eh.. Iya.. Iya.. Saya suka…” kata Eli tergagap menatap Anggun sambil matanya sekilas melirik ke tangan Anggun yang sedang meremas kontol Riyan.

“Kalau kayak gini suka tidak, Mbak?” tanya Anggun sambil matanya mengisyaratkan agar Eli melihat ke kontol Riyan.

“Ah, kamu ini…” kata Eli sambil matanya melihat kontol Riyan beberapa saat.

Anggun tersenyum. Tangannya meraih tangan Eli, lalu ditariknya ke arah kontol Riyan. Eli menuruti kemauan Anggun walau hatinya merasa serba salah..

“Coba pegang, Mbak…” kata Anggun sambil tangannya membimbing jari-jari Eli untuk menggenggam kontol Riyan.

Kontol Riyan terasa hangat dan berdenyut di tangan Eli. Nafas Eli memburu. Ada desiran tertentu yang menuntun tangannya bergerak meremas pelan kontol Riyan. Riyan tersenyum sambil melirik ke arah Anggun. Anggun juga tersenyum sambil mundur agak menjauh.

Riyan tanpa diduga tangannya meraih dagu Eli, lalu dengan segera mengecup bibirnya, lalu dilumatnya dengan hangat. Eli yang sudah terangsang gairahnya langsung membalas ciuman Riyan dengan hangat pula sambil tangannya mulai berani mengocok kontol Riyan. Tangan Riyanpun dengan segera menyusup ke balik daster Eli. Ditelusuri paha Eli. Elusan tangannya segera naik ke pangkal paha, lalu jarinya diselipkan ke celana dalam Eli.

“Mmhh…” desah Eli sambil menggelinjang ketika jari tangan Riyan menyusuri belahan memeknya yang sudah sangat basah.

“Ohh.. Mmhh…” desah Eli tambah keras ketika jari Riyan keluar masuk lubang memknya.

Pinggulnya sedikit digoyang karena nikmat. Sementara Anggun sengaja menjauhkan diri dari mereka. Anggun mendapat suatu rangsangan yang amat sangat ketika melihat suaminya bercinta dengan wanita yang Anggun sukai.

Anggun tidak melakukan apapun hanya diam sambil melihat mereka bermesraan. Hanya nafas Anggun yang mulai cepat yang terdengar.. Ketika tangan Riyan mulai mencoba melepas pakaian Eli, Eli agak tersentak sesaat. Dengan segera matanya menatap Anggun. Tapi ketika dilihatnya Anggun tersenyum sambil matanya mengisyaratkan agar Eli melanjutkan bercinta lagi..

Eli sesaat terdiam. Tapi ketika tangan Riyan merangkul dari belakang dan tangannya meremas buah dada Eli, Eli terpejam dan memegang tangan Riyan yang sedang meremas buah dadanya.

“Ohh…” desah Eli seiring dengan jilatan dan pagutan Riyan di lehernya sambil tak lepas tangannya meremas buah dada Eli.

Tak lama Riyan segera melepas daster Eli. Eli tampak agak canggung ketika Riyan melepas BH dan celana dalamnya dari belakang. Riyanpun melepas seluruh pakaiannya. Segera setelah itu Riyan menindih tubuh telanjang Eli. Jilatan lidah dan remasan tangan Riyan pada buah dada Eli membuat Eli menggelinjang merasakan nikmat.

“Ohh.. Oohh…” desah Eli ketika jilatan lidah Riyan turun ke perut lalu turun lagi menyusuri selangkangannya.

Pinggulnya bergoyang mengikuti desiran rasa nikmat.. Anggun tetap diam menyaksikan tubuh telanjang suaminya yang bergumul mesra dengan Eli. Nafasnya makin memburu waktu melihat kontol Riyan dihisap sambil dikocok oleh Eli.

Tanpa terasa tangannya menyelusup ke dalam celana dalamnya. Lalu jarinya mulai menggosok-gosok belahan memeknya sendiri. Entah mengapa Anggun sangat menikmati ketika Riyan memompa kontolnya ke dalam mulut Eli.

Nafas Anggun semakin memburu, juga satu jarinya semakin cepat keluar masuk memeknya sendiri ketika melihat Riyan mulai menyetubuhi Eli. Desahan dan erangan mereka membuat gairah Anggun bertambah naik..

“Ohh.. Sshh…” desah Eli ketika Riyan dengan perkasa mengeluar masukkan kontol di memeknya.

“Gimana rasanya, Mbak?” tanya Riyan sambil mengecup bibir Eli.

“Ohh sangat enakk.. Mmhh…” kata Eli sambil merangkul pundak Riyan, sementara pinggulnya bergoyang mengikuti gerakan Riyan.

Entah sudah berapa lama mereka bersetubuh disaksikan Anggun, sampai akhirnya Eli memeluk tubuh Riyan kuat-kuat. Memeknya didesakan ke kontol Riyan dalam-dalam. Gerakan pinggulnya makin cepat. Lalu tiba-tiba tubuhnya bergetar sambil mendesah panjang.

“Oohh.. Oohh…” desah Eli terkulai lemas setelah mendapat orgasme.

Sementara Riyan masih terus menggenjot kontolnya di memek Eli yang sudah lemas. Gerakannya makin cepat ketika Riyan merasakan ada sesuatu yang mendesak nikmat di kontolnya. Tak lama segera dicabut kontolnya dari memek Eli, lalu digesek-gesekannya pada belahan memek Eli.

Sampai akhirnya.. Crott! Crott! Crott! Air mani Riyan tumpah banyak di atas bulu-bulu memek Eli. Tubuh Riyan lalu lemas terkulai di atas tubuh telanjang Eli. Anggun yang melihat hal itu segera menghampiri mereka. Diusapnya pantay Riyan.

“Masih kuat tidak, sayang..?” bisik Anggun ke telinga Riyan.

Riyan segera mencabut kontolnya dari memek Eli lalu bangkit. Eli juga demikian.

“Kenapa sayang?” tanya Riyan sambil mengecup bibir Anggun.

“Saya pengen…” kata Anggun sambil memegang kontol Riyan yang lemas dan masih basah.

“Aku masih lemas, sayang…” kata Riyan.

“Sebentar lagi saya minta jatah ya, sayang…” kata Anggun sambil mencium bibir Riyan.

“Gimana, Mbak?” tanya Anggun kepada Eli sambil tersenyum. Eli tersenyum sambil berpakaian.
“Aku bisa ketagihan, loh…” kata Eli.

“Kapan saja Mbak perlu, datang saja kesini…” kata Anggun tersenyum pula. “Aku pulang dulu ya,” kata Eli sambil memeluk Anggun erat.

Corner 'Cerita' Sex, Cerita Sex Indonesia, Cerita Seks Indonesia, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita 18+, Cerita ML, Hot Story, Sex Story, Corner 'Cerita' Sex.

Corner 'Cerita' Sex™ 2016

CORNER SEX - JAGA RENTAL

Kisah ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit setelah teman saya pulang, ada mobil berhenti di depan rental. Samar-samar saya melihat di dalam mobil ada 2 orang cewek.
 
 Jaga Rental

“Mungkin dia mau pinjam kali ya..” pikir saya saat itu.

Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, cewek itu menurunkan roknya yang panjang (lho kok bisa sih..?). Terus tadi ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu kelihatan. Saya curiga, pasti ada yang tidak beres nich. Tapi masa bodoh ah.. (emang gue pikirin).

Pintu yang satunya terbuka, dan munculah cewek satu lagi, dia menggunakan celana dan kaos kentat, sehingga buah dada yang lumayan besar kelihatan putingnya yang panjang. Dua cewek yang kira-kira sudah berstatus tante-tante ini mulai memasuki rental. Mereka lihat sana lihat sini, kelihatannya mereka bingung memilih.

Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah hot ini, tante yang pakai celana kentat itu sedang melihat CD yang letaknya agak ke tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut. Ketika dia menungging, ouuuhh.. begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu ohh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya. Ahhhhh.. mana tahan.. batang kejantananku langsung saja tegang.. tegang.. dan tegang.. Karena saya lagi asyik memperhatikan tante yang bercelana kentat, saya tidak tahu kalau tante yang satunya mengawasi saya.

Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke kanan.. dan ahh.. mimpi kali ya.. Saya seperti tidak berada dalam alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan pantatnya yang putih bersih dan tentu saja kemaluannya yang gemuk itu kelihatan masih ok. Vagina itu kelihatan jelas, karena bulu kemaluannya sepertinya sudah dicukur habis. Ohh.. mana tahan.. benar-benar malam yang berkesan bagiku.

“Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?”

Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah depan, dan ternyata tante yang bercelana kentat itu sudah berada di depan saya. Oh begitu cantik dan harum sekali, body-nya yang ‘uhui’ itu membuat saya menjadi termenung lagi.

“Ihh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue.. naksir ya..?” katanya.
Saya tersadar lagi dan seakan tidak percaya dia berkata seperti itu.
“Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Mbak atau Nona-Nona..?” kataku.
“Ehh.. darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?” katanya lagi.

Sebelum menjawab, saya penasaran ingin melihat ke tante yang tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tidak ada. Gila, cepat benar tu cewek menghilangnya.

“Ehh.. begini.. saya tahu, karena di jari manis Ibu.. ee.. Tante.. ee.. Mbak.., ada cincinnya.” kataku lagi.
“Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante atau Mbak..” katanya sambil tersenyum.
Ehmm.. tambah cantik saja nih tante genit.
“Eee.. Tante mau pinjam film apa..? Kok keliatannya dari tadi bingung milihnya.. biar nanti saya yang nyariin, mungkin ketemu.” kataku berlagak sok pahlawan.
“Mas namanya siapa sih, kalau boleh tante tahu..? katanya.
“Toni tante..” kata saya.
“Aduh.. kalau gitu Mas sudah dong kenal dengan Tante..” katanya.
“Masak sih Tante, rasanya kita baru aja ketemu deh.. ya nggak Tante..” kataku penasaran.
“Toni udah lama kenal dengan Tante, tiap pagi kalau pas Tante lagi mandi, Toni selalu ngintip Tante dari dalam bak cucian. Pas Tante lagi beol, Tante jadi malu.. terpaksa Tante tutup anu Tante pakai tangan biar nggak dilihat sama Toni. Terus pas Tante lagi bersihin anu Tante. Ya khan..? Toni ngaku aja deh..!” katanya manja.
“Toni ngintip Tante mandi dari bak cucian..? Mana cukup badan Toni yang besar gini ngumpet di bak cucian..? Ahh Tante becanda ya..?” kata saya bingung.
“Nggak kok Ton, Tante memang becanda.. yang Tante maksud itu sebetulnya celana dalam suami Tante yang merk-nya TONI.. sorry ya..” katanya.
“Nggak pa-pa, tapi boleh nggak Toni ngintip Tante mandi lagi..?” kata saya menggoda.
“Ahh.. Toni kamu nakal ya..! Emangya kamu nggak pernah ngintip cewek kamu pas mandi ya..?” katanya.
“Toni belum punya pacar Tante, masih single man gicu..?” kata saya.
“Jadi kamu bebas dong kencan dengan siapa aja..” katanya.
“Ya.. ya.. ya..” kata saya girang.
“Oh ya. Tante, nama Tante siapa sih..? Dan teman Tante yang satu lagi tadi..?” kata saya.
“Juliet, dan teman Tante tadi.. mana dia ya..? Min.. Min.. kesini deh..!” teriaknya.

Terus tante yang tadi membuat saya kelabakan mendatangi kami. Dan ‘uhui’, dia juga cantik lho, wow.. wajahnya sungguh manis, mirip boneka padahal dia sudah menikah.

“Min.. kenalin ini Toni.. Ton ini Mini teman Tante. Cantik ya..?” katanya.
“Toni..” kata saya sambil melihat wajahnya yang manis.
“Mini.. Ton, kamu ganteng juga ya.. ya nggak Yul..?” katanya sambil menyubit tangan Tante Juliet.
“Ya lho Ton, kamu ganteng sekali lho..!” katanya.
“Akh.. Tante ini ada-ada saja.. Oh ya, Tante jadi nggak pinjam CD-nya..?” kataku.
“Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini.
“Akhh.. Tante becanda lagi.. tapi tadi Toni lihat Tante Mini tidak pakai CD.” kata saya.
“Eee.. kamu nakal ya.. kamu ngintip ya.. kamu jahat deh..!” katanya.
“Sorry deh Tante.. Toni nggak sengaja tadi lihat punya Tante..” kata saya meminta maaf.
“Udah ah.., kalian berdua becanda aja.. Ton, Tante mau pinjam film ‘bokep’, ada nggak..?” katanya.
“Eee.. tapi kuncinya dibawa temen saya, Tante. Jadi nggak bisa masuk ke kamar XX..” kata saya mencoba menjelaskan.
“Apa sih kamar XXxxx itu, Ton..?” tanya Tante Mini.
“Eeeeee.. Kamar penyimpanan VCD BF Tante.. takut kalau ada penggeledahan..” kata saya.
“Emangnya kamu nggak bawa kunci serepnya Ton..?” tanya Tante Juliet.
“Eeeee.. itu bukan sembarang kunci Tante. Begini Tante.., Toni akan jelaskan. Pintu kamar itu terbuat dari baja bikinan orang Amerika, Tante. Jadi meskipun di rudal pakai bom apapun, pintu itu tidak akan bisa jebol, terus di depan pintu itu ada ee.. Aduh nggak enak nih..” kata saya agak ragu untuk menjelaskan.
“Kamu nggak usah ragu-ragu deh..!” kata Tante Juliet.

“Eee.. di depan pintu itu bukan lubang kunci, tapi disitu ada benda berbentuk anu cowok, tapi terbuat dari bahan yang elastis. Kalau kita mau masuk, maka terlebih dahulu teman cewek Toni harus main dulu ama itu ‘mainan’, terus pas temen Toni udah klimaks, cairannya khan nyemprot ke dalam alat itu.. Nah, disitu cairan itu akan diperiksa, bila cocok dengan contoh sample di dalam, maka pintu itu akan terbuka. Jadi bukan sembarang orang bisa masuk ke kamar itu, meskipun dia itu cewek kayak Tante berdua..” kata saya.

“Wow, canggih juga.. terus gimana dong..? Tante udah nggak tahan nih..!” kata Tante Mini sambil menggaruk anunya.

Aduh gila bener nih cewek, saya ingin mengetest Tante Mini, apakah dia seliar tingkah lakunya. Tapi.. mimpi kali ya..?

“Ton, bisa nggak Tante berdua minta tolong..? Kamu bisa khan muasin nafsu Tante yang sedang kesepian ini, ya khan Sayang..?” kata Tante Mini manja.
“Aduh, gimana ya Tante, nanti kalau pacar dan sephia Toni tahu gimana dong jadinya..?” kata saya ragu tetapi girang.
“Toni sayang, hanya semalam aja kok ya.. Mau ya..? Masak sih kamu nolak tubuh sesintal ini..?” kata Tante Juliet sambil berbalik arah, terus menungging, terus menggoyang pantatnya naik-turun.

Melihat pemandangan indah itu, batang kejantanan saya menjadi naik 100%.

“Iya lho Ton, masa sih kamu nolak kami.. dan kamu nggak usah kuatir deh.. masalah uang kami akan ngasih berapapun yang kamu mau.. Ya sayang ya..? Puasin Tante ya..?” kata Tante Mini sambil mendekat ke arah saya.

Terus dia berbalik arah juga, dan setelah itu dia mengangkat roknya ke atas, dan ohh.. mana tahan.. vaginanya yang merah delima itu kelihatannya sudah setengah basah dan terlihat merekah ohh..

“Iya deh Tante, tapi Toni tutup rental dulu ya..?” kata saya sambil terus berdiri dari kursi.

Tetapi alangkah terkejutnya saya, batang kejantanan saya telah merobek resleting celana saya. Saya ingat tadi saya tidak memakai celana dalam, jadi sekarang batang kemaluan saya menyumbul dari celana saya.

“Aduh.. Toni sayang.. batangmu besar lho.. aduh Tante nggak bisa ngebayangin deh gimana rasanya nanti kontol kamu masuk ke memek Tante yang masih sempit ini.. aduh nikmat kali ya..?” kata Tante Mini sambil memegang dan mengelus batang kejantanan saya.
“Wow.. Ton, punya kamu besar ya.. Tante kayaknya udah nggak tahan pingin ngerasain punya kamu.. hii.. lucu ya kepalanya mirip helm NAZI.. Memek Tante bisa robek nih..!” kata Tante Juliet sambil ikut mengelus batang kemaluan saya.

“Sabar dong Tante, Toni mau nutup rental dulu. Tante masuk aja ke ruangan sebelah ya..! Nanti Toni nyusul..!” kata saya.
“Jangan lama-lama ya Sayang.. Tante udah nggak tahan nih..!” kata Tante Mini.

Lalu, saya bergegas menutup rental, setelah itu saya masuk ke ruangan dimana kedua tante itu berada.

“Oh ya.. Tante-Tante mau minum apa..?” kata saya.
“Softdrink yang dingin ya Ton..” kata Tante Juliet.

Sementara Tante Mini sepertinya agak kurang sabar, dia terus mengobok-obok vaginanya. Lalu saya mengambilkan 3 coke dari dalam kulkas, dan kusodorkan pada kedua tante itu. Setelah mereguk coke sekaleng, Tante Mini yang dari tadi tidak sabar, langsung saja pindah ke pangkuan saya dan mulai menciumi bibir saya tanpa basa-basi. Kubalas ciuman Tante Mini, sementara tangan saya mengelus-elus punggungnya, dan terus menuju pinggulnya yang memang wuih itu. Sementara Tante Juliet hanya menonton adegan kami berdua. Tangan Tante Mini tidak kalah gesitnya mulai membuka pakaianku dan terus meraba-raba dada serta puting saya sambil bibirnya yang sensual itu terus melumat bibir saya.

Saya juga terus segera membuka baju Tante Mini dan BH-nya, maka terlihatlah dua buah gunung Himalaya dengan putingnya yang mancung. Mula-mula kuciumi dan kulumat serta kumainkan putingnya yang sudah super menegang itu.

“Akkhh.. Sshh.. Toni sayang.. kamu pintar sekali.. ohh.. yess.. terus.. Ton.. ohh..” katanya sambil tangannya meremas rambut saya.

Setelah itu saya mulai merayap ke selangkangannya, kugosok-gosok klitorisnya dengan tangan kiri saya dan saya masukkan 2 jari tangan kanan saya ke vaginanya. Uhh.. benar-benar sempit.

“Ohh.. yess.. Ton.. teruss.. sshh.. yess.. Fuck me with your hands.. ohh..” desah Tante Mini.

Sementara itu, saya melihat Tante Juliet mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memperhatikannya meskipun saya sedang asyik dengan pekerjaan saya. Tante Juliet yang sudah telanjang itu mulai mendekati kami dan ikut meraba batang kejantanan saya. Lalu tangan kanan saya pindah ke payudara Tante Juliet yang lebih mancung dari temannya ini. Kugesek-gesekkan dengan perlahan, dan kupuntir ke kiri dan ke kanan.

“Ohh.. terus Ton, ohh.. yess..!” kata Tante Juliet.

Tante Juliet terus memainkan batang kejantanan saya dengan memijat-mijat, lalu kepalanya mulai didekatkan ke batang kejantanan saya, dan “Srupp..” masuklah batang kejantanan saya ke mulut yang sensual itu. Dihisap, dikocok, dihisap, dikocok, dihisap, wuihh.. sedap.. ahh.

Sementara itu Tante Mini yang sudah tidak tahan, langsung mendesah, “Ssshh.. aahh.. Tonn.. ohh.. yess..!” sambil tangannya meremas rambut saya dengan kerasnya.

Sepertinya dia akan keluar, otot dindingnya mengencang dan,

“Ahh.. yess.. aahh..” desahnya sambil tangannya mendorong dan menarik kepala Tante Juliet agar batang kejantanan saya dapat lebih masuk ke mulut Tante Juliet.

Rupanya Tante Mini telah klimaks, kemudian jari kiri saya terus kukocok-kocok dalam vaginanya secara cepat (350 km/jam).

“Ahh.. hhmm.. sshh.. yess..!” dia menegang dan mulai menghentikan gerakannya secara perlahan.
“Ohh.. yess.. Toni sayang kamu pintar sekali.. ohh.. yess..!” katanya sambil mengelus kepala saya.

Lalu saya merubah posisi. Sekarang saya berbaring di bawah, saya merebahkan tubuh saya yang mulai penuh keringat.

Lalu Tante Mini mulai menaiki tubuh saya, dan tangannya meraih batang kejantanan saya untuk diarahkan ke vaginanya yang sudah mulai agak kering. Digosok-gosok sebentar batang kejantanan saya ke vaginanya yang sudah merekah itu. Lalu dengan perlahan dia menurunkan pantatnya.

“Ohh.. Ton.. nikmat sekali kontolmu.. ohh..!” desahnya sambil terus menaik-turunkan pantatnya yang bulat itu, sehingga mulai melahap batang saya dalam vaginanya.
“Ohh.. yess.. Tante.. terus..!” saya mulai terangsang karena jepitan vaginanya.

Sementara itu, Tante Juliet mulai mendekati saya terus mengangkangi kakinya tepat di atas wajah saya dan mulai menurunkan pantatnya.

“Ayo.. Ton.. jilatin punya Tante..!” katanya sambil terus menurunkan dan menggoyangkan pantat dan liang senggamanya ke arah wajah saya.

Karena lebatnya bulu kemaluannya itu, saya hampir bersin dibuatnya. Lalu saya jilati dengan perlahan klitorisnya hingga dinding lubang vaginanya mulai meneteskan cairannya.

“Sss.. hhmm.. aakkhh.. yess.. terus Ton..!” desahnya.

Sementara itu Tante Mini terus naik turun hingga terdengar decak antara saya dan dia.

Beberapa saat kemudian,

“Ohh.. Ton, Tante mau keluar.. ohh.. yess..!” desahnya.

Karena saya sedang sibuk, jadi saya tidak dapat bicara apa-apa.

Dan,

“Crett.. crott.. critt..!” muncratlah cairan Tante Mini.
“Ohh.. yess.. Ton kamu sungguh hebat sayang..!” katanya sambil mencabut batang kejantanan saya dari liang senggamanya dan terus menjilati batang kejantanan saya yang basah itu.

Lalu saya suruh Tante Juliet untuk merebahkan badannya di bawah, dan dia terus melebarkan kakinya yang putih mulus dan indah itu. Karena sekarang tante agak mengangkang lebih lebar, jadi vaginanya yang merah kehitaman itu terlihat. Saya lalu mengarahkan batang kejantanan saya ke vagina Tante Juliet, dan perlahan saya dorong hingga masuk seluruhnya.

“Akhh.. yess.. fuck me darling..! Ohh..!” desahnya.

Sementara Tante Mini tertidur, saya terus menggoyang tubuh saya maju-mundur, dan hebatnya Tante Juliet juga ikut menggoyang pinggulnya mengikuti irama. Batang kejantanan saya terasa dipelintir, tetapi makin asyik saja. Kutambah ‘gigi’, hingga gerakanku menjadi lebih dasyat. Dengan kecepatan penuh, saya menggoyang terus hingga terdengar kecipak-kecipak. Karena seranganku, Tante Juliet jadi meram melek matanya menikmati keluar masuknya batang penis saya dalam liang senggamanya.

“Akhh.. Tonn.. yess..!” desahnya sambil jarinya mencengkeram tangan saya dan kukunya menancap ke kulit saya.

Tubuhnya mengejang sesaat, lalu melemas tetapi saya masih asyik menikmati vaginanya dengan terus memasukkan penis saya ke dalam vaginanya yang banjir.

“Akhh.. yess.. Tante keluarr.. Tonn..!” sambil menancapkan dalam-dalam vaginanya ke batang kejantanan saya.

Saya yang merasa belum keluar terus saja menggenjot gerakan saya. Dan tidak lama kemudian, saya akhirnya keluar juga. Saya mencabut batang kejantanan saya dari vaginanya Tante Juliet dan merebahkan tubuh di sampingnya. Tangan Tante Mini dan Juliet secara bergantian membelai batang kejantanan saya.

“Toni sayang, terima kasih ya.. kamu telah membuat kami melayang ke langit ketujuh..” kata Tante Juliet sambil terus membelai batang kejantanan saya. Lalu kami bertiga terkulai lemas dengan posisi saya di tengah, dan kedua cewek cantik itu di samping saya. Lalu saya tertidur hingga pagi.

Corner 'Cerita' Sex, Cerita Sex Indonesia, Cerita Seks Indonesia, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita 18+, Cerita ML, Hot Story, Sex Story, Corner 'Cerita' Sex.

Corner 'Cerita' Sex™ 2016

CORNER SEX - TANTE VITA BIKIN HOT

Nama saya Didit aku sekarang kuliah di Yogyakarta, disini saya akan berbagi cerita dewasa saya pengalaman pertama akan dunia sex dan membuat hasrat sexku semakin tinggi, saat itu aku masih sekolah di salah satu SMPN terkenal di Yogya teptnya hari selasa aku sakit karena malammnya aku makan yang pedas pedas perutku sakit terus.
 
 Tante Vita Bikin Hot

Maka dari itu aku tidak bisa berangkat sekolah kemudian aku minta tolong untuk dibuatkan surat ijin kemudian aku menuju rumah temanku untuk menitipka ijin tidak berangkat kemudian aku pulang lagi kerumah, sampainya dirumah papa dan mamaku sudah pergi kekantor , mama sempat pesan untuk istirahat di rumah saja, ternyata mamaku mengundang tante Vita untuk menjaga saya.

Tante Vita waktu itu libur kuliahnya dia sekolah di perawat AKPER, obat sudah disiapkan oleh mamaku di meja makan sehabis minum obat selang 15 menitan mata saya tersa ngatuk sekali, saat mau memjamkan mata saya mendengar suara ketukan kamarku.
“dia bilang Dit sudah tidur”

“saya menjawab belum tante.., tapi mata saya udah ngantuk berat.”

“kalau belum tante Vita boleh masuk kekamarmu”

Kemudian aku beranjak dari ranjang dan membukakan pintu kamarku , saat aku buka pintunya aku melihat tante Vita masih dalam keadaan basah kuyup ternyata dia habis aerobic dengan penampilan yang begitu seksi memakai pakain senamnya masuk kekamar, saat itu aku kelas 2 SMP melihat pemandangan seperti itu sangat gerogi dan gugup juga.

Melihat payudaranya yang menunjang keluar aku jadi menganga, kemudian aku lanjut ke ranjangku, dan kemudian tante Vita duduk disampingku sambil bilang “Dit kamu saya ajari permainan gak??katanya.

Mau aja tante tapi permainan apa nih, sahutku dengan senang,

“tapi permainan apa tante lha saya sekarang aja masih sakit gini”

Tanpa bicara tak lama tante Vita mengambil air yang ada di tasnya untuk membasahi kemaluanku dengan air mineralnya. “aku sempat menolak”karena pada saat usiaku aku masoih bingung apa yang mau dilakukan oleh tante Vita, kemudian dia member samho dikemaluanku yang sudah diberi air , terus digosoknya kemaluanku olehnya.

Semakin lama semakin keras kemaluanku setelah keras dan tegak berdiri kemaluanku , tante Vita melucuti pakaiannya satu persatau dari atas aku semakin tegang dan gugup “tubuhnya sintal banget”dalam hatiku bicara.

Payudaranya sungguh montok pentilnya pun terlihat keras, kemudian dia melucuti celananya aku melihat pantatnya juga yang montok , yahh aku disuguhkan pemandangan yang luar biasa melihat memeknya yang masih merah muda dengan bulu lebatnya, masih tegang kemaluanku dan dibersihkan olehnya dengan handuk dan dikasih air.
Ternyata dia mendekatkan mulutnya denga penisku, owwwwhhhhhh ternyata dia mengulum kemaluanku dadanya yang montok juga menempel di pahaku sungguh aku menikmati apa yang dilakukan tante Vita.

Nafasku mulai tidak beraturan semakin memburu saya masih memejamkan mata merasakan betapa enaknya dan nikmatnya permainan sex, kemudian reflek saya tanganku langsung memegang payudaranya dan meremas remas dengan gemasnya tangan satuku meraih vagina tante Vita aku masih mencari dimana tempat memek yang merah muda itu, aku tekankan jari saya kedalam memeknya , tante Vita bilang “ahhhkkkk Ditttttttttt”

Saya pun semakin semangat aku majukan wajahku ke wajahnya dan mengulum bibirnya yang seksi itu, aku tidak bisa berfikir lagi saat itu darah dalam diriku semkain naik setelah mengulum bibirnya aku turun ke lehernya dengan membasahi dengan mulutku aku turun lagi menuju keputingnya aku emut emut itu pentil tante Vita."cerita sex tante horny"

Dia semakin merintih “akkkhhhh Ditttttt teruss yang kencang emutnya” kurang lebih mungkin 20 menitan aku emut terus puting susunya menempel sebuah gigitanku disusunya, kemudian setelah lama begitu meminta saya untuk diatasnya.

Tante Vita bilang “sekarang tante kasih permainan yang mengesankan”

“apaan itu tante “ kemudia tak banyak omong tangan tante meraih kemaluanku yang tegang ini kemudian dimasukkan kedalam vaginanya , owwwwhhhh rasanya sungguh hanggat sekali didalam memek tante Vita, aku pun merintih kenikmatan,

“Akkhhhh yeessss tante lagi tante” mintaku kemudian tante mendorong pantantku untuk lebih masuk kedalammnya."cerita sex tante horny"

Begitulah tangan tante masih membantuku mengayukan penisku kedalam vaginaya , “akkkhhhhh tanteee nikamttt sunggggguhhh saya rasakannnnnnnn” perkataan itu yang membuat dan rasanya ada yang mau meletus dari penis saya owwwhh ternyata itu yang dinamakan mania tau pejuh seorang laki laki saat itu aku keluarkan di dalam vaginanya.

Saya pun merasa lemas kita beristirahat sebentar dan menuju ke kamar mandi bersama untuk membersihkan badan, tapi tak taunya tante Vita malah menggoda aku dengan cara membersihkan penisku dengan sabun sampai berdiri tegak lagi, dan mengulang lagi permainan itu di kamar mandi.

Sehabis kejadian itu kami berdua meras ketagihan untuk melakukannya lagi, tante Vita sering mengajak aku keluar pernah juga aku melakuka itu didalam mobilnya tante Vita, baiasanya dalam seminggu kita melakukan 3 – 4 kali, saya selalu diajari gaya permainan yang asik olehnya, memang dia pintar dalam melakukan variasi jadi kami tidak bosan."cerita sex tante horny"

Setelah kejadian itu lama sekali tante Vita sudah menikah dan aku merasa kesepian , kadang saya jika pingin hanya dengan pacar saya yang sekarang , Shinta kami juga mempunyai hypersex , tapi dari segi kepuasan saya lebih memilih tante Vita mungkin karena awal kenal sex dari dia, atau mungkin dia mahir dalam mengimbangi apa yang saya mau.

Lha apabila pembaca dari tante atapun wanita yang lain yang sekirannya tinggal dijogya sama sama mempunyai nafsu sex tinggi , kita bisa berkenalan aku tunggu di komentar jika berminat . terimakasih suidah menyimak sedikit ceritaku dengan tante Vita.

Corner 'Cerita' Sex, Cerita Sex Indonesia, Cerita Seks Indonesia, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita 18+, Cerita ML, Hot Story, Sex Story, Corner 'Cerita' Sex.

Corner 'Cerita' Sex™ 2016

Wednesday, March 30, 2016

CORNER SEX - BERMADU KASIH DI TOILET KAMPUS

Perkenalkan namaku Ari (nama samaran) sekarang umurku 22 tahun aku sekarang mahasiswa semester 7 di universitas swasta Jakarta, menurutku aku tergolong orang yang biasa saja bisa dikatakan pemdiam, tapi tidak kuper kuper banget, criteria anak gaul pun juga tidak, aku anak terakhir di keluargaku mempunyai dua kakak semuanya cewek, bisa dikatakan keberadaan keluargaku menengah keatas.
 
 Bermadu Kasih di Toilet Kampus

Karena sifatku yang pendiam aku agak sulit untuk berkenalan dengan wanita, sehingga jarang temanku yang wanita, mungkin karena minder padahal aku kalu dirumah diajari ama kakak pertamaku tapi gak tau kenapa kalau bertemu dengan teman kakakku cewek pasti bawaan minder, entahlah spertinya aku mempunyai masalah dengan mendekati cewek.
Tapi diusiaku sekarang aku mempuanyai hasrat yang tinggi soal seks, mudah terangsang apabila melihat cewek yang mempunyai body yang seksi dan montok, aku sering menghayal bisa bersetubuh dengan cewek yang aku fantasi, bila hasratku tinggi dan tidak bisa kutahan, aku pelarian ke onani, soalnya tak tahu lagi harus menyalurkan kemana.
Sifat pendiamku ternyata membuat cewek-cewek di kampusku penasaran, sepertinya mereka ingin tahu lebih banyak tentangku. Cuma mereka harus kecewa sebab aku kesulitan untuk bergaul dgn mereka. Di samping itu teman-temanku bilang aku mempunyai face yang lumayan ganteng (nggak nyombong lo…), kulitku putih, rambuntuku gondrong,dan tinggiku sekitar 170 cm.
Bila aku melintas di koridor kampus, aku merasa ada beberapa cewek yang melirikku, tetapi aku berusaha cuek saja, toh aku tak bisa mendekatinya. Namun ada seorang cewek yang diam-diam menyukaiku, hal itu aku ketahui dari sahabatku. Ketika aku minta untuk menunjukkan anaknya, kebetulan penampilannya sesuai degan seleraku.
Tinggi tubuhnya sama denganku, rambut panjang, kulit putih bersih, wajah menarik, ukuran toketnya juga pas dengan seleraku, dan badannya padat berisi. Sebut saja namanya Cindy (samaran). Sejak itu setiap kali aku melihatnya, aku sering berpikiran edan, yaitu membayangkan bisa bersetubuh dengannya. Sebaliknya bila ia melihatku, sikapnya biasa-biasa saja, walaupun aku tahu sebenarnya dia menyukaiku.
Pada suatu hari yang tak terduga olehku, seolah-olah keinginanku dikabulkan (masa?). Saat kuliah usai pada jam 19.00 sore, selepas keluar ruangan aku hendak untuk mencuci muka, sekedar menyegarkan diri. Aku menuju WC kampus yang kebetulan letaknya agak menyendiri dari “peradaban” kampus. Sampai disana aku mendapati beberapa orang yang juga akan mempergunakan kamar mandi. Selagi menunggu giliran, aku ingin buang air kecil dulu, tapi kamar mandi sedang dipakai.
Praktis aku urungkan saja. Begitu tiba giliranku, aku hendak menuju ke arah kran, tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi yang tertutup tadi keluarlah seorang cewek yang selama ini kusukai dan dia juga mengincarku. Aku sangat tekejut melihatnya, sikapku hampir salah tingkah, begitu pun dengan dia. Kami saling bertatapan mata dan terdiam beberapa saat. Kemudian dia sedikit tersenyum malu-malu. Kok dia ada disini sih?, Pikirku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai percakapan.
“La, ngapain elo masuk ke WC cowok?” tanyaku penuh rasa heran.“Ehhhh… itu… ehmmm… tempat cewek penuh semua, makanya gue ke sini…”“Emang yang di lantai bawah juga penuh?”, tanyaku.Padahal dalam hati aku merasa mendapat kesempatan emas.“Iya. Emang kenapa? Boleh dong sebentar doang… lagi pula ‘kan sekarang udah nggak ada siapa-siapa, ya kan…?”, jawab Cindy rada genit.Aku pun tidak mau kalah.“Tapi kan gue cowok, elo nggak malu?”, gantian aku membalasnya.“Kalo elo, gue emang nggak keberatan kok…, untungnya cuman tinggal elo dong yang ada di sini, daripada yang laen…”, jawab Cindy.Denger jawaban kayak gitu, aku malah jadi tambah bengong. Gila… kayaknya dia emang ngasih kesempatan nih! Pikirku. Tiba-tiba dia menyerobot posisi gue yang dari tadi udah berdiri di samping kran.“Sorry yah, gue duluan, habis elo bengong aja sih…”, katanya.
Rupanya dia juga mau mencuci muka. Selama dia mencuci muka, aku seperti orang bingung. Kadang-kadang aku mencuri pandang ke arah bagian yang terlarang. Posisinya yang sedang membungkuk membuat pantatnya yang berisi menungging ke arah selangkanganku. Ditambah lagi CD-nya yang berwarna krem terlihat olehku.
Lama kelamaan aku menjadi terangsang, kontolku mulai tegang tak keruan. Langsung saja di pikiranku membayangkan kontolku kumasukkan ke dalam memeknya dari belakang pada posisi seperti itu. Entah apa yang merasuki pikiranku, aku berniat untuk menyetubuhinya di WC ini, sebab hasratku sudah tak tertahankan. Aku tak peduli dia keberatan atau tidak. Pokoknya aku harus ngentot dengan dia, apapun caranya.
Diam-diam aku berdiri di pintu keluar, mengamati keadaan. Aman pikirku, tak ada seorang pun. Jadi aku bisa leluasa melaksanakan niat bejatku. Saat dia menuju pintu keluar, dari jauh aku sudah melihat senyumannya yang merangsang birahiku. Sepertinya dia memang sengaja menarik perhatianku. Tiba-tiba dengan cepat kupalangkan tanganku di depannya, sehingga ia menghentikan langkahnya. Dia melihatku seakan- akan mengerti maksudku.“Buru-buru amat La, emang elo udah ada kuliah lagi?”, tanyaku.“Enggak kok, gue cuman pengen istirahat di sini aja”, jawabnya.
Aku tak menanggapinya, dengan cepat aku segera menutup dan mengunci pintu dari dalam. Melihat sikapku, Cindy mulai menatapku dalam-dalam. Dengan perlahan kudekati dia. Kutatap kedua matanya yang indah. Dia mulai bereaksi, perlahan dia juga mulai mendekatiku, sehingga wajah kami berdekatan. Aku mulai merasa bahwa dia juga merasakan hal yang sama denganku.
Nafasnya juga semakin memburu, seolah-olah dia mengerti permainan yang akan kulakukan. Mulutnya mulai terbuka seperti akan mengatakan sesuatu, namun dia keburu mengecupku dengan lembut. Perasaanku saat itu tak menentu, sebab baru kali inilah aku dicium oleh seorang cewek. Dengan spontan aku pun membalasnya dengan mesra. Aneh, walaupun aku belum pernah melakukannya, otomatis aku tahu apa yang harus mesti kulakukan. Apalagi aku juga sering melihat di film BF.
Kami saling bermain lidah cukup lama, sampai kami kesulitan bernafas. Kedua bibir kami berpagut sangat erat. Desahan Cindy membuatku semakin hot menciumnya. Aku mulai menggerakkan tanganku menuju ke pantatnya, kuraba dengan lembut, dan dengan gemas kuremas pantatnya. Kemudian aku mencoba untuk mengusap bagian memeknya.
Kugosok-gosok sampai dia mengerang kenikmatan. Aku panik kalau erangannnya terdengar ke luar. Setelah kuberi tahu dia mengerti dan mengecup bibirku sekali lagi. Usapanku membuat cairan memeknya membasahi celananya. Karena dia memakai celana bahan, maka cairannya juga membasahi tanganku.“Ssshhtt… gilaa… enak banget… ehmmm…”, desah Cindy.
Aku melepaskan ciumanku dan berpindah menciumi lehernya yang putih mulus. Lehernya yang harum membuatku makin gencar menciumi lehernya. Mata Cindy terlihat mendelik dan menengadahkan mukanya ke atas merasakan kenikmatan. Tangannnya mulai berani untuk meremas kontolku yang keras. Enak sekali pijitannya, membuat kontolku semakin berdenyut- denyut.
Aku berhenti menciumi lehernya, aku mulai meraba-raba toketnya yang sudah mengeras. Cindy mulai membuka kaosnya, dan memintaku untuk memainkan kedua toketnya. Kuraba-raba dengan lembut, dan sesekali kuremas sedikit. Merasa masih ada penghalang, kubuka BH-nya yang berwarna putih. Benar-benar pemandangan yang sangat indah, toketnya yang berukuran sedang, putih mulus, dan putingnya merah kecoklatan terlihat menantang seperti siap untuk dikemot.
Langsung saja aku sedot susunya yang kenyal itu. Cindy menggelinjang kenikmatan dan memekik. Aku tak peduli ada orang yang mendengar. Rupanya dia senang menyemprotkan parfum ke dadanya, sehingga terasa lebih nikmat mengulum toket harum. Aku benar-benar menikmati toket Cindy dan aku ingin mengemoti toket Cindy sampai dia menyerah. Kujilat putting susunya sampai putingnya berdiri tegak. Kulihat Cindy seperti sudah di awang-awang, tak sadarkan diri.
Tangan Cindy mulai membuka ritsleting celana gue dan berusaha mengeluarkan kontol gue yang sudah keras sekali. Begitu semua terlepas bebaslah kontol gue menggantung di depan mukanya yang sebelumnya dia telah mengambil posisi jongkok. Dia kocok-kocok kontol gue, sepertinya dia sedang mengamati dahulu. Lalu dia mulai mencium sedikit-sedikit. Kemudian dia mencoba membuka mulutnya untuk memasukkan kontolku.
Pertama hanya 1/4 nya yang masuk, lama-lama hampir seluruh kontolku masuk ke mulutnya yang seksi, kontolku sama sekali sudah tak terlihat lagi. Lalu dia mulai memaju mundurkan kontolku dalam mulutnya. Sedotan dan hisapannya sungguh luar biasa, seperti di film BF. Aku menahan rasa geli yang amat sangat, sehingga hampir saja aku mengeluarkan maniku di dalam mulutnya. Belum saatnya, pikirku. Aku ingin mengeluarkan maniku di dalam memeknya. Maka aku memberi tanda agar Cindy berhenti sebentar. Aku berusaha menenangkan diri sambil mengusap-ngusap toketnya.
Setelah rileks sedikit, Cindy mulai melanjuntukan permainannya selama kurang lebih 10 menit. Cindy sempat menjilat cairan bening yang mulai keluar dari ujung kontolku dan menelannya.Cindy kemudian bangkit untuk melepaskan celana panjangnya, ia juga melepaskan CD-nya yang berwarna krem. Aku mengambil posisi jongkok untuk menjilati memeknya dahulu, agar licin. Kubuka pahanya lebar-lebar.
Terlihatlah memek Cindy yang sangat bersih, berwarna merah, lipatannya masih kencang, tak tampak sehelai bulu satu pun. Sepertinya Cindy memang pandai merawat kewanitaannya. Aku mulai menjulurkan lidahku ke memeknya. Aku sempat berpikir bagaimana kalau di memeknya tercium bau yang tidak sedap. Ah, bodo amat aku sudah bernafsu, aku tahan nafas saja.
Kubuka belahan memeknya. Lalu kujilat bagian dalamnya. Tapi ternyata koq baunya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Memek Cindy tidak berbau kecut, tapi juga tidak berbau harum, bau memek alami. Justru bau yang alami seperti itulah yang membuatku makin bernafsu serasa ingin melumatnya semua ke dalam muluntuku. Aaaahhh…Cindy benar-benar pandai merawat memeknya. Sungguh beruntung aku.
Aku terus menjilat-jilat memeknya yang mulai basah dengan cairannya. Cindy terlihat sangat menikmati permainan ini. Matanya sayu, desahannya makin keras seraya menggigit bibir bawahnya.“Akkkhh… ssstt… uugh… gilaa… enak banget…”, desah Cindy.Memeknya terasa hangat dan lembut. Betul-betuk memek ternikmat yang kurasakan.
Kumasukkan jari telunjukku ke dalam memeknya sambil mengait-ngaitkan ke dinding memeknya. Tentu saja Cindy makin edan reaksinya, membuat semakin kelojotan nggak keruan. Sampai ia menjepitkan kedua belah pahanya hingga kepalaku terjepit di antara sepasang paha yang putih mulus, dan tangannya menjambak rambuntuku sampai aku sendiri merasa kesakitan.
Cairan yang keluar dari memeknya sampai meleleh ke pipiku dan kepahanya. Sebagian sempat mengalir ke bibirku. Karena penasaran dengan selama ini yang kutahu, kucicipi cairan itu. Gila! Rasanya enak koq, agak asin. Langsung aja aku hisap sebanyak-banyaknya dari memeknya. Cindy sempat risih melihat perbuatanku. Namun aku cuek saja, sebab dia tadi juga melakukan hal yang sama pada kontolku.
Tiba-tiba Cindy mendorong kepalaku dari memeknya. Kayaknya dia sudah nggak kuat lagi.“Masukin dong punya elo, gue udah nggak tahan nich… ayo dong sayyyy…”, pinta Cindy dengan suara mendesah.Aku sempat tertegun sejenak, sebab sama sekali aku belum pernah melakukannya.“Ayo cepat dikit dong…”, katanya sambil memandangku yang tertegun sejenak.Dengan bermodal nekat dan pengetahuan dari film BF, gue turutin saja permintaan Cindy.
Kuangkat satu kakinya ke atas bak mandi, sehingga posisi memeknya lebih terbuka. Memeknya sudah basah sekali oleh cairan sehingga terlihat mengkilat. Hal itu makin membuatku bernafsu untuk memasukkan kontolku ke memeknya. Kuelus-elus dahulu kepala kontolku ke bibir memeknya. Kudorong kontolku perlahan… masuk sedikit demi sedkit…
Pantatku terus kudorong, terasa sebagian kepala kontolku sudah masuk ke lobang memek Cindy yang sudah basah dan licin tapi terasa sempit banget. Dalam hati aku beruntung juga bisa ngerasain sempitnya memek perawan. Kucoba kugesek dan menekan perlahan sekali lagi. Kontolku sudah masuk setengahnya, namun masih terasa sempit sekali. Tubuh Cindy sempat tersentak ketika kontolku sudah masuk seluruhnya.“Auuww… sakitt… pelann… ssstt…”, Cindy sedikit menjerit.
Kutarik kontolku keluar, lalu kudorong lagi sekuat tenaga. Aku sengaja membiarkan kontolku menancap di dalamnya beberapa saat agar memek Cindy terbiasa menerima kontolku. Kemudian barulah aku memulai gerakan maju mundur. Terasa kontolku bergesekan dengan dinding memek yang bergerinjal-gerinjal. Jadi ini toh yang dinamakan bersetubuh, pikirku dalam hati. Kontolku terasa agak perih dijepit oleh memeknya, tapi tetap kuteruskan, aku tak mau kehilangan kesempatan berharga ini.
Tampaklah pemandangan indah ketika kontolku keluar masuk memek Cindy. Kontolku sudah tidak terasa perih lagi, malah sebaliknya, terasa geli ngilu enak. Cindy semakin tidak jelas rintihannya, seperti orang menangis, air matanya meleleh keluar. Mulutnya menggigit bibirnya sendiri menahan sakit. Aku sempat kasihan melihatnya. Mungkin aku sudah keterlaluan. Kucoba berbicara padanya sambil kedua pinggul kami menghentak-hentak.b“Ke… napa… La… ehhgg…, elo… pe.. ngen udahannn…?”, tanyaku.“Ja.. ngan dilepas… terussinnn… aja… gue… nggak… apa… apa… kok… sstt…”, kata Cindy.
Goyangan pinggul Cindy sangat luar biasa, hampir aku dibuat ngecret sekali lagi. Kutarik kontolku keluar dan kudiamkan beberapa saat. Setelah itu aku minta ganti posisi, aku ingin ngentotin dia dari belakang. Cindy berpegangan pada pintu kamar mandi, sedangkan pantatnya sudah menungging ke arahku. Dalam posisi itu lipatan memeknya terlihat lebih jelas. Tanpa basa-basi lagi kumasukkan saja kontolku dengan hentakan yang kuat. Kali ini lebih lancar, sebab memeknya sudah terbiasa menerima kontolku.
Kali ini gerakan Cindy lebih hot dari sebelumnya, ia mulai memutar- mutar pantatnya. Setiap gerakan pantatnya membuat kontolku sangat geli luar biasa… kontolku berdenyut-denyut seperti ingin memuntahkan lahar yang panas…aku merasa tak tahan lebih lama lagi. Tapi aku tak ingin mengecewakan Cindy, aku pun berusaha mengimbangi permainannya.
Aduhhhh srr…, ada cairan licin kembali keluar dari kontolku. Cairan itu makin menambah licin dinding memek Cindy. Aku benar-benar merasakan kenikmatan persetubuhan ini. Aku makin tenggelam dalam kenikmatan bersetubuh dengan Cindy, sungguh aku tak akan melupakannya. Tubuh kami terlihat mengkilat oleh keringat kami berdua. Toket Cindy bergoyang-goyang mengikuti irama gerakan kami, membuatku makin gemas untuk meremasnya dan sesekali kukemot sampai ia memjerit kecil. Memek Cindy makin berbusa akibat kocokan kontolku.
Aku merasakan sesuatu yang tak tertahankan lagi. Aku makin pasrah ketika kenikmatan ini menjalar dari buah zakar menuju dengan cepat ke arah ujung kontolku. Seluruh tubuhku bergetar hendak menerima pelepasan yang luar biasa.“Laaaa… gue udah mau keluar… nihh… Elo… masih… lama… nggak…?”, rintihku.“Sa.. bar… se.. bentarrrr… sayaangg… sama.. samaaa… gue… juga… hampir… keluarrr… oohhh… ahhhggghh…”, pantatnya menekan kontolku dengan kuat.Mukanya berusaha menengok ke arahku berusaha mengulum bibirku. Kudekatkan bibirku agar dia bisa mengulumnya.
Bersamaan dengan itu…“Aaaahhhh…”Kontolku menyemprotkan air mani ke dalam lobang memeknya berkali-kali. Sampai cairan putih itu meleleh ke pahanya dan sempat menetes ke lantai. Tak kusangka banyak sekali spermaku yang berlumuran di memeknya. Cindy berjongkok memegang kontolku. Lalu ia menjilat dan mengulum kontolku yang masih berlumuran sperma. Dia menelan semua spermaku sampai kepala kontolku bersih mengkilat. Dia kelihatan tersenyum bangga.
Cindy kembali berdiri memandangi penuh kepuasan. Tubuh Cindy terjatuh lemas membebani tubuhku, badannya bergetar merasakan orgasme. Cindy memandangku tersenyum, disertai dengan nafas yang masih terengah-engah. Kami pun berpelukan dalam tubuh penuh keringat dengan alat kelamin kami masih saling menyatu. Bibir kami saling mengecup dengan mesra, sambil memainkan bagian-bagian sensitif.
Kami membersihkan diri bersama sebelum beranjak keluar WC. Selama kami mandi kami saling mengutarakan sesuatu hal. Iseng-iseng aku bertanya mengapa dia mau menerima perlakuanku barusan.Ternyata Cindy mengatakan bahwa selama ini dia sudah lama menyukaiku, namun ia tidak berani mengutarakannya, sebab malu sama teman-temannya. Aku sempat tertegun mendengarnya. Kemudian aku juga mengatakan bahwa aku juga suka padanya. Seakan dia tak percaya, tetapi setelah kejadian tadi kami menjadi saling menyayangi. Kami kembali berpelukan dengan mesra sambil saling mengecup bibir. Aku sempat khawatir kalau Cindy hamil, sebab aku mengeluarkan spermaku di dalam memeknya. Aku tidak mau menikah, aku belum siap jadi bapak. Biarlah, kalaupun Cindy hamil, aku akan membuat suatu rencana. Lagipula kami melakukannya baru sekali, jadi kemungkinan dia hamil kecil peluangnya.
Selesai mandi aku menyuruh Cindy keluar belakangan, aku keluar duluan agar bisa mengamati keadaan. Setelah tidak ada orang satupun, barulah Cindy keluar, kemudian kami pergi berlawanan arah dan bertemu kembali di suatu tempat. Sampai saat ini hubunganku dengan Cindy masih berjalan baik, cuma kami belum mengulang apa yang kami lakukan di WC dulu.
Beberapa minggu setelah kejadian itu aku mendengar fakta dari teman-temannya bahwa Cindy itu sebenarnya cewek yang haus seks. Dia juga telah bersetubuh dengan banyak pria, baik dari kalangan mahasiswa atau om-om. Makanya aku sempat curiga waktu kami bersetubuh dulu, sebab walaupun memeknya masih rapat seperti perawan, namun aku tidak merasakan menyentuh selaput daranya, bahkan aku sama sekali juga tidak melihat darah yang keluar dari lubang memeknya.

Corner 'Cerita' Sex, Cerita Sex Indonesia, Cerita Seks Indonesia, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Sex Dewasa, Cerita Dewasa, Cerita Panas, Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita 18+, Cerita ML, Hot Story, Sex Story, Corner 'Cerita' Sex.

Corner 'Cerita' Sex™ 2016